Dedai – Jajaran Polsek Dedai melakukan ground check terhadap tujuh titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Dedai, Rabu (2/9/2026). Pengecekan dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api meluas ke lahan masyarakat maupun perkebunan perusahaan.
Ketujuh titik hotspot tersebut berada di wilayah Desa Baras dan Desa Hulu Dedai. Berdasarkan hasil pengecekan, lokasi titik panas merupakan satu kesatuan kawasan perbukitan yang membentang di antara Desa Apin Baru, Desa Baras dan Desa Hulu Dedai.
Kawasan perbukitan tersebut meliputi Bukit Dedai di wilayah Desa Hulu Dedai, Bukit Tajam yang berada di wilayah Desa Apin Baru dan sebagian Desa Baras, serta kawasan Bukit Pulut.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar api telah berhasil padam. Namun, pada kondisi tertentu api masih dapat kembali menyala ketika angin berembus cukup kuat. Proses pemadaman menuju bagian atas bukit juga menghadapi kendala karena medan yang cukup tinggi, kondisi bebatuan yang rawan longsor serta sulitnya menjangkau lokasi dengan sumber air.
Untuk mengantisipasi api merembet, personel Polsek Dedai bersama masyarakat Desa Baras dan karyawan PT WPP/Julung melakukan pemadaman serta pendinginan di bagian kaki bukit. Upaya tersebut difokuskan untuk melindungi perkebunan perusahaan maupun kebun milik masyarakat di sekitar kawasan.
Selain melakukan pemadaman, pihak perusahaan juga membuat blokade atau sekat pemisah antara kawasan yang terbakar dengan lahan perusahaan dan masyarakat menggunakan alat berat berupa excavator. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah api merembet ke areal lainnya.
Dalam penanganan tersebut, Tim Karhutla Polsek Dedai mengerahkan enam personel, dibantu masyarakat dan karyawan PT WPP/Julung. Sarana yang digunakan antara lain mesin Robin dan tangki semprot manual.
Luas kawasan hutan yang terbakar diperkirakan sekitar 6 hektare. Kondisi lahan berupa kawasan hutan dengan permukaan tanah berbatuan dan tidak terdapat konsentrasi penduduk di lokasi kebakaran.
Hingga kegiatan berlangsung, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke lahan masyarakat maupun perkebunan perusahaan. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali api, terutama apabila kondisi angin menguat.
Polsek Dedai bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan penanganan di kawasan perbukitan tersebut sebagai langkah antisipasi agar Karhutla tidak meluas.


