Ambalau – Sebanyak empat titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kecamatan Ambalau, menindaklanjuti hasil pemantauan BMKG Kalimantan Barat melalui satelit SNPP dan NOAA20 dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium, personel Polsek Ambalau langsung melakukan ground check, Minggu (6/9/2026).
Pengecekan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB dengan menyasar empat titik yang tersebar di Desa Riam Sabon, Desa Nanga Pahangan dan Desa Patih Jepara.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan lahan yang sebelumnya terbakar dengan luasan masing-masing sekitar 1 hektare di Desa Riam Sabon, 0,5 hektare di Desa Nanga Pahangan, 0,8 hektare di Desa Patih Jepara, dan 1 hektare di Desa Riam Sabon pada titik lainnya.
Kondisi lahan yang terdampak didominasi tanah mineral dan vegetasi semak-semak. Seluruh lokasi berada jauh dari konsentrasi permukiman, sementara pemilik lahan belum diketahui.
Personel Polsek Ambalau bersama personel TNI melakukan pengecekan langsung terhadap titik koordinat yang terdeteksi. Saat tiba di lokasi, petugas memastikan seluruh titik api telah dalam kondisi padam.
Ps. Kapolsek Ambalau mengatakan pengecekan terhadap setiap informasi hotspot merupakan langkah penting untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus mencegah potensi api kembali muncul.
“Setiap titik hotspot yang terpantau kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Meskipun saat petugas tiba api sudah padam, kondisi lokasi tetap diperiksa untuk memastikan tidak ada potensi titik api kembali menyala,” ujarnya.
Selain melakukan verifikasi, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ambalau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Warga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta memahami ketentuan terkait pembakaran terbatas dan terkendali.
Polsek Ambalau terus melakukan pemantauan dan verifikasi terhadap titik-titik hotspot sebagai bagian dari upaya deteksi dini Karhutla. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kembali titik api dan mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas.


